Membangun rumah sendiri menjadi dambaan bagi sebagian besar orang. Proses pembangunan rumah melibatkan beberapa pihak seperti menggunakan tukang bangunan, kontraktor,  jasa arsitek dan desainer interior.

Selain itu, membangun rumah sendiri lebih menghemat biaya karena Anda bisa menentukan sendiri desain rumah, material bangunan, lokasi dan luas bangunan yang hendak dibangun. Namun, biaya membangun rumah merupakan suatu hal yang perlu untuk dipertimbangkan, ini karena ketersediaan anggaran adalah kunci dari dapat selesai atau tidaknya pembangunan tersebut dilakukan. Anda juga harus menyesuaikannya dengan rumah yang ingin dibuat.

Pentingnya Menentukan Anggaran Biaya Membangun Rumah

Rencana anggaran bangunan sangat diperlukan ketika Anda ingin menyelesaikan pembangunan dengan tepat waktu, sesuai target. Maka dari itu, biaya membangun rumah mejadi titik penting yang harus diperhatikan.

Kesesuaian rancangan pembangunan harus diseimbangkan dengan jumlah anggaran yang ada, agar proses pembuatan rumah impian tidak macet di tengah jalan karena kekurangan biaya akibat tidak benarnya pengelolaan dana.

Selain sebagai estimasi pendanaan bahan pertimbangan serta acuan bagaimana pembangunan nantinya akan berjalan, penentuan biaya rumah di awal  juga dapat digunakan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak di luar perkiraan.

Bagaimana Menentukan Biaya Pembangunan Rumah yang Benar?

Tidak perlu khawatir jika Anda belum terbiasa atau bahkan tidak bisa sama sekali, untuk mengelola serta menyusun taksiran pembiayaan rumah. Pada artikel ini, akan menjelaskan berbagai tips mudah menentukan biaya rumah yang sesuai dengan isi kantong. Seperti:

1. Menghitung Ongkos Jasa Tukang

Biaya sewa dan berapa banyak jasa tukang serta asisten pembantunya yang diperlukan adalah suatu pertimbangan penting dalam sebuah pembangunan rumah. Pemberian upah memakai konsep harian atau borongan, mandornya seperti apa, jam kerja dan liburnya bagaimana harus sudah ditentukan.

Pemilihan tenaga tukang harian dinilai lebih bagus daripada sistem borongan (pekerjanya selalu dituntut untuk tepat waktu) tanpa memperhatikan kualitas bangunan rumah. Hal tersebut tentu saja dapat merugikan pihak penyewa. Untuk ongkos harian biasanya berkisar mulai dari Rp.80.000,-.

Hal yang perlu Anda lakukan ketika melakukan kontrak dengan jasa tukang yaitu, menperjelas secara detail sistem kerja mereka. Sehingga, estimasi pengerjaan serta penghabisan anggaran bisa diperkirakan secara baik-baik.

BACA JUGA : Cara Meminimalisir Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak

2. Menghitung Biaya Bahan Bangunan

Langkah ini dilakukan karena harga bahan material yang kian hari semakin meningkat. Dengan begitu, diperlukan penaksiran anggaran agar tidak mengalami stagnasi ketika melakukan pembangunan rumah nantinya. Untuk mengetahui biaya terkini, Anda bisa langsung ke toko bangunan terdekat.

Bahan material yang biasa diperlukan dalam pembangunan rumah sederhana adalah semen, batako, besi beton kombinasi, cakar ayam untuk pondasi, konstruksi baja ringan, genteng, cat dinding, berbagai kayu serta keramik.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih agar pembangunan tidak menghabiskan anggaran di luar ekspektasi. Seperti, pembangunan elektrical, saluran pembuangan, instalasi listrik, pemasangan plafon, finishing keramik serta dindingnya.

3. Menyiapkan Dana Cadangan

Biaya  tidak terduga seringkali muncul secara tiba-tiba dalam proses pembangunan rumah. Hal tersebut memang sudah umum, mengingat harga material serta biaya sewa tukang yang selalu meningkat setiap tahun bahkan bulannya.

Tips yang perlu Anda lakukan adalah, sisihkan atau tambahkan biaya sebesar “lima belas persen (15%)” dari seluruh anggaran pembangunan. Hal tersebut bertujuan untuk dana cadangan ketika terjadi pembludakan biaya secara tiba-tiba.

4. Membuat Rumah Minimalis

Rumah kecil nan minimalis selain memiliki nuansa modern serta enak dipandang, ternyata juga mempunyai penghabisan dana sedikit dalam proses pembuatannya. Ini bisa dijadikan pertimbangan ketika Anda membangun rumah impian.

Biaya yang sedikit bisa terjadi karena dalam rumah minimalis hanya mebutuhkan sedikit bahan material serta luas lahan tidak telalu lebar. Oleh karena itu, dapat menekan anggaran pembiayaan rumah Anda.

Total biaya rumah minimalis dua lantai di kota-kota besar perkiraan rata-rata hanya menghabiskan dana sebesar 250 sampai dengan 300 juta rupiah. Dengan begitu, Anda bisa mengalokasikan dana pembangunan kepada kebutuhan lain seperti furniture (perabot).

5. Pakai Jasa Tukang Bangunan Borongan

Tidak ada salahnya jika Anda menggunakan jasa bangunan borongan, terutama jika Anda baru pertama kali membangun rumah. Dengan kata lain, Anda hanya tinggal terima beres saja semua urusan pembangunan rumah mulai dari pembelanjaan material, penyediaan tenaga, sampai durasi pengerjaan semuanya sudah tertangani.

Dalam sistem harian, Anda perlu mengawasi pengerjaan mereka setiap hari. Jika dalam pengerjaannya kurang memuaskan, maka Anda berhak memberhentikannya saat itu juga. Disisi lain, tukang harian biasanya dinilai memiliki kualitas pekerjaan yang lebih baik dibanding dengan tukang borongan.

Berbeda dengan sistem borongan, yang mana Anda tidak perlu melakukan pengawasan setiap hari. Biasanya seluruh tukang bangunan akan diawasi langsung dengan mandor sekaligus yang bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan tukang. Tetapi sesekali Anda perlu meninjau dan mengawasi kinerja tukang saat pengerjaan berjalan.

Di atas adalah berbagai penjabaran mengenai tips serta alasan pentingnya memperhitungkan biaya membangun rumah agar dapat dijadikan sebuah pertimbangan ataupun acuan ketika Anda melakukan pembangunan nantinya.

Meski ingin menekan biaya, jangan ragu untuk menyerahkannya pada yang lebih ahli dan profesional dalam urusan membangun rumah. Pilih kontraktor dan jasa desain rumah yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik. Jasa dari pihak-pihak yang lebih profesional penting karena bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam membangun rumah.

Artikel Terbaru